Nganjuk – Ratusan liter minyak jelantah yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan justru disulap menjadi produk bernilai guna oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk (SMAMSA). Dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek, mereka berhasil mengolah limbah minyak goreng bekas menjadi sabun cuci tangan yang ramah lingkungan .
Kegiatan inovatif ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi keterampilan abad 21 yang dikembangkan di sekolah. Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang sembarangan ke saluran air diketahui dapat merusak ekosistem perairan dan menyumbat saluran . Melalui daur ulang, limbah tersebut diubah menjadi produk yang aman dan bermanfaat.
Proses pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah melalui beberapa tahapan. Pertama, minyak jelantah disaring dan dimurnikan untuk menghilangkan kotoran. Selanjutnya, dilakukan proses saponifikasi dengan menambahkan larutan alkali seperti NaOH (soda api) yang diaduk hingga mengental . Setelah itu, ditambahkan bahan-bahan seperti gliserin, pewangi alami dari kulit jeruk atau kayu manis, serta pewarna secukupnya . Sabun yang telah jadi kemudian dikemas dalam botol-botol praktis siap pakai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang rutin dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman 17, Nganjuk . Tujuannya tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan jiwa kewirausahaan sejak dini . Para siswa terlibat langsung mulai dari pengumpulan limbah, proses produksi, hingga pengemasan produk.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang bermakna tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat sekitar untuk mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bijak. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk menyampaikan apresiasi atas kreativitas para siswa. “Inovasi ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Kami berharap ke depan produk ini dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya .
Kegiatan pembuatan sabun cuci tangan dari limbah minyak jelantah ini menjadi salah satu bukti komitmen SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan keterampilan hidup yang bermanfaat .



