Vanesa Masinis Baru IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk

Vanesa Masinis Baru IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk

Vanesa Masinis Baru IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, laporan Muhammad Roissudin, kontributor PWMU.CO Nganjuk.

PWMU.CO – Vanesa terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk pada Musyawarah Ranting (Musyran), yang berlangsung Senin-Sabtu (17-22/1/2022).

Mengusung jargon Disiplin Waktu, Ihlas dalam Beramal pemilik nama lengkap Vanesa Biotriq Santika ini sukses mengungguli empat kandidat lain.

Berdasarkan hasil perhitungan suara secara e-voting Jumat (21/1/22), Vanesa unggul dengan perolehan 43,3 persen dari total 129 suara sah, Disusul Ririn 33,8 persen, Ernita Ba’datul H 12,6 persen, dan Yulia Anggun C dengan perolehan 10,2 persen.

Dengan suara terbanyak itu siswa penyuka olahraga basket ini akan memimpin PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk yang berdomisili di jantung Kota Nganjuk, Jalan Panglima Soedirman Nomor 2. Dia menjadi pemimpin periode 2022-2023, menggantikan Aldo Ridwan Fanani, Ketua PR IPM periode 2021-2022.

Kampanye Budaya Disiplin

Dalam kampanyenya, Vanesa mengajak para siswa untuk membudayakan disiplin waktu. “Dimulai dari diri sendiri, lalu gemar berbagi atau bersedakah,” ujarnya pada penyampaian visi dan misi Senin (17/1/2022) lalu.

Siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) ini menambahkan, secara khusus misi yang dia tawarkan kepada calon pemilih adalah menjadikan pelajar Islam yang berilmu dan berahlak mulia dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai Ajaran Islam.

“Misinya mirip-mirip lah dengan tujuan Muhammadiyah  yang didirikan Kiai Dahlan,”  ujarnya.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bassarudin, rangkaian kegiatan musyran dimulai sejak Senin (17/1) hingga Jumat (22/01). “Upacara hari Senin diisi kampanye terbuka dan penyampaian visi misi  kandidat. Dilanjutkan hari jumat pemilihan menggunakan e-voting,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah Andik Joko Santoso mengatakan, proses reorganisasi di sekolahnya menjadi salah satu pembelajaran penting bagi siswa. Dengan itu siswa memilki pengalaman khusus dalam proses  berdemokrasi di sekolah.

”Pembelajaran penting bagi siswa kelak jika menjadi sosok pemimpin telah memiliki modal dasar yang cukup tinggal mengembangkan,” ujarnya. (*)