“Manajemen Lembaga Pendidikan Islam untuk kemajuam pendidikan ”
Oleh : Muhammad Deni Setiyawan ( 21112334 )
Universitas Muhammadiyah Ponorog

RESENSI BUKU
| Judul buku | : Manajemen Lembaga Pendidikan Islam |
| Pengarang | : Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I. |
| Penerbit | : NAJAHA |
| Cetakan | : I, 2022 |
| Halaman | : 151 halaman |
| Harga | : Rp 55.000 – Rp 65.000 |
“Manajemen Lembaga Pendidikan Islam untuk kemajuam pendidikan ”
Tantangan Arus globalisasi yang melanda setiap bangsa memerlukan penyikapan yang bijak dan harus. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari bangsa yang akan menerima konsekuensi tantangan global tersebut. Mengahadapinya dengan mempersiapkan sistem pendidikan yang terintegrasi. Sistem pendidikan yang mampu menghadapi tantangan globalisasi memerlukan satu pengelolaan yang serius. Manajemen Pendidikan Islam menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi persoalan pendidikan yang amat strategis dan komplek. Manajemen pendidikan Islam, sebagai cabang dari manajemen, yang sangat penting fungsinya bagi para kritisi, para cendekia, dan tunas bangsa ini untuk menjadi pembelajar sekaligus pendidik yang baik dan bermoral. Peran pendidik dalam mengkritisi globalisasi sangat penting. Bahkan, dalam manajemen pendidikan Islam haruslah diperhatikan, dan kritis terhadap persaingan global.
Menurut ajaran islam, pendidikan islam merupakan tuntunan bagi pertumbuhan spiritual dan jasmani melalui hikmah, bimbingan, pengajaran, pelatihan, pembinaan dan pengawasan penerapan semua ajaran. Hal tersebut dapat diartikan dalam pengertian bahwa ada upaya mempengaruhi jiwa peserta didik dalam proses dalam pendidikan islam melalui proses yang lambat laun akan mengarah ppada tujuan yang telah ditetapkan yaitu menanamkan akhlak dan taqwa serta menegakkan kebenaran. Sehingga tercipta kepribadian manusia yang berbudi luhur.
Dalam firman Allah SWT Surat Al-Alaq ayat 1-5.
“ Bacalah dengan ( menyebut ) nama Tuhan-Mu yang Menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan-mulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (Manusia) dengan pena . Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diletahuinya”.
Manajemen pendidikan upaya untuk melakukan pengelolaan secara ter-struktur terkait bidang pendidikan. Fungsi yang ada dalam manajemen pendidikan itu terdiri dari perencanaan atau planning guna kegiatan dapat berjalan dengan lebih sistematis. Kemudian pengorganisasian atau organizing sebagai sisi untuk dapat melakukan pembagian dari tugas yang ada. Lalu ada fungsi pergerakan atau actuating sebagai realisasi dari rencana dan organisir yang telah dibuat di awal. Pergerakan lebih untuk memberikan semangat agar dapat mencapai tujuan dari manajemen pendidikan yang ada.
Manajemen pendidikan adalah kegiatan untuk mengumpulkan beberapa sumber terkait dunia pendidikan. sehingga dapat difokuskan untuk menuju pada tujuan yang sudah ditetapkan sesuai dengan pendidikan yang diharapkan.1 Manajemen pendidikan secara umum adalah manajemen yang perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Manajemen juga merupakan organisir agar dapat sampai pada tujuan. Termasuk mengarah pada perlunya pengawasan yang terarah agar manajemen pendidikan tidak keluar dari tujuan yang ingin dicapai.
Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar ilmu, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah sesuai dengan yang ada konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar seni, maka ilmu yang perlu diberikan dalam manajemen pendidikan haruslah membekali peserta didik lebih terampil. Tidak sekadar pintar saja. Konsep manajemen pendidikan yang mengacu pada dasar proses, maka jelas setiap tindakan dan usaha itu perlu proses.
Manajemen pendidikan adalah manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan. Dalam arti ia merupakan seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Bisa juga diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan Islam untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efesien.
Manajemen pendidikan lebih bersifat umum untuk semua aktifitas pendidikan pada umumnya, sedangkan manajemen pendidikan lebih khusus lagi mengarah pada manajemen yang diterapkan dalam pengembangan pendidikan Islam. Dalam arti bagaimana menggunakan dan mengelola sumber daya pendidikan Islam secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pengembangan, kemajuan dan kualitas proses dan hasil pendidikan Islam itu sendiri. Sudah barang tentu aspek manager dan leader yang Islami atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam dan/atau yang berciri khas Islam, harus melekat pada manajemen pendidikan Islam.
Dengan demikian, definisi pendidikan islam adalah pengenalan dan pengakuan lokasi yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan, yang secara bertahap ditanamkan pada manusia, sehingga mengarah pada pengakuan Tuhan yang satu dan tertanam dalam kepribadian.
Dalam buku “Menejemen Pendidikan Islam “, Dr. Afiful Ikhwan mengupas tuntas tentang problematika Menejemen Pendidikan Islam yang bisa diterapkan di semua lembaga pendidikan, baik sekolah maupun pomdok pesanren.
Dalam buku ini penulis menuliskan berbagai bidang dalam pengelolaan manajemen pendidikan. Berisikan lengkap mulai dari Kepala sekolah sampai bidang terbawah. Diantaranya membahas tentang menajemen kepala madrasah/pondok pesantren. Sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan , manajemen perumusan visi, misi, tujuan, rencana strategis, dan SOP pada madrasah, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen peserta didik dan alumni pada madrasah, manajemen perubahan an konflik pada madrasah, manajemen kurikulum pembelajaran, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan dan pembiayaan, manajemen peran serta masyarakat (stakeholder) dan kemitraan pada madrasah, serta menajemen keterbukaan informasi pada madrasah.
Kelebihan buku ini adalah penjelasan mengenai manajemen pendidikan Islam secara detail, mendalam dan lengkap. Demikian juga penulis menyertakan pandangan Islam mengenai setiap bagian manajemen pendidikan Islam, lengkap dengan ayat-ayat dari Al Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah SAW.
Sedangkan kekurangannya adalah masih adanya kesalahan penulisan pada beberapa kata, seperti “administtrasi” (halaman 5), “sedanngkan” (halaman 6). Juga seringkali terjadi pengulangan kata, seperti pada kalimat “Memperkuat dan memperkuat fungsi bermakna madrasah” (halaman 27), “…mengatur dan mengatur tenaga pengajar dan kependidikan” (halaman 41), “… serangkaian tindakan untuk masa depan atau masa depan” (halaman 61).
Buku ini sangat tepat sebagai pedoman tenaga kependidikan di madrasah maupun pondok pesantren. Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang dijelaskan dalam buku ini, diharapkan manajemen pondok pesantren menjadi lebih baik dan teratur, sehingga kualitas lembaga penddikan mengalami perbaikan dan kemajuan. Sehingga lebih bermanfaat bagi umat.
