PAWAI BUDAYA HUT RI 77 SMAMSA “BABAD PRABU KLONO SEWANDONO”

PAWAI BUDAYA HUT RI 77 SMAMSA “BABAD PRABU KLONO SEWANDONO”

Nganjuk, Selasa, 16 Agustus 2022 merupakan ajang pawai budaya yang diselenggarakan oleh  Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk untuk memperingati HUT RI yang Ke- 77.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Nganjuk,  Dr.Drs.H.Marhaen Djumadi, S.E, S.H, M.M., M.BA. Dengan penyelenggaraan pawai budaya ini SMA MUHAMMADIYAH 1 NGANJUK  mengusung tema kebhinekaan Budaya Jawa  guna masyarakat milenial dan penerus bangsa kita mengetahui berbagai ragam perbedaan dalam 1 Budaya Jawa.

Dan kali ini, kami mengusung cerita “BABAD PRABU KLONO SEWANDONO” yang lekat dengan adat budaya Jawa. Dengan ini, SMA Muhamadiyah 1 Nganjuk akan mengenalkan kepada masyarakat dan generasi penerus bangsa tentang sebuah cerita kerajaan Bantarangin dari Tanah Jawa.

Yang berkisah tentang legenda Prabu Klono Sewandono seorang Raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka berupa cemeti dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman dari Kerajaan Bantarangin. Pabu Klono Sewandono yang berwibawa, ingin melamar Putri Kerajaan Kediri yang bernama Dewi Songgo Langit. Dalam perjalanannya, sang Raja dihadang oleh  Singobarong. Raja Klono Sewandono dikawal oleh Bujangganong dan para Warok. Selama berhari-hari pertarungan, akhirnya Raja Kediri dan Bantarangin saling berdamai. Prabu Klono Sewandono berhasil meminang Dewi Songgo Langit.

Dalam iring-iringan ini, Prabu Klono Sewandono juga membawa para putri kerajaan, rakyat dengan busana adat Jawa, Para Pendekar yang membawa Prasasti sebagai ciri Khas dari Kerajaan Kuno, seorang Patih beserta para Srikandi, dan para Pasukan Kerajaan. Rombongan Kerajaan ini menggambarkan kekayaan kebudayaan Nusantara yang berkaitan dengan adat Jawa. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dengan Kerajaan Bantarangin.

Wong Jowo Ojo Nganti Ilang Jowone. Sebuah slogan yang dipegang oleh masyarakat Jawa. Mengingatkan bahwa kebudayaan harus tetap dilestarikan sebagai warisan para leluhur.

icon yang menjadi sorotan  warga yaitu reog SMA MUHAMMADIYAH 1 NGANJUK.